Hotspot Karhutla Menurun, Kabut Asap Masih Selimuti Manokwari

Disini.papuatribune.com, MANOKWARI – Jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di Provinsi Papua Barat dilaporkan mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kabut asap yang masih menyelimuti Manokwari dan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jimmy W. Susanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan yang dipantau sehari sebelumnya, masih terdapat 91 titik api di sejumlah wilayah Papua Barat. Sebaran hotspot tersebut terutama berada di Kabupaten Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni.

Menurut Jimmy, berkurangnya jumlah titik api tidak serta-merta menandakan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berakhir. Kabut asap yang masih terasa di Manokwari diduga dipengaruhi oleh kebakaran di wilayah setempat maupun asap kiriman dari daerah lain, termasuk Provinsi Papua Selatan.

“Jumlah titik api memang sudah menurun, tetapi kondisi Manokwari yang masih berkabut dan berasap juga dipengaruhi asap kiriman dari Papua Selatan serta beberapa wilayah di Papua Barat,” ujarnya.

Untuk memastikan perkembangan situasi tersebut, Dinas Kehutanan Papua Barat terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus memperoleh informasi mengenai pergerakan asap dan kondisi cuaca yang memengaruhi kualitas udara.

Jimmy menjelaskan, informasi meteorologi dan data titik panas menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi sumber asap yang berdampak terhadap Manokwari. Oleh karena itu, kondisi udara yang masih berkabut perlu ditelaah berdasarkan hasil pemantauan, bukan hanya dengan melihat penurunan jumlah hotspot.

Ia juga menekankan bahwa penyampaian informasi terkait situasi kebencanaan harus mengacu pada data dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan karhutla di Papua Barat.

Di tengah menurunnya jumlah titik api, pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemantauan secara berkala serta penanganan terhadap sumber kebakaran menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya karhutla.

Kabut asap yang masih menyelimuti Manokwari menjadi pengingat bahwa penurunan hotspot belum tentu sejalan dengan pulihnya kualitas udara. Karena itu, perkembangan titik api, pergerakan asap, dan kondisi meteorologi perlu terus dipantau guna mendukung upaya penanganan karhutla serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. (Vik).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *